Wali Murid SD Labuan 1, Bantah Jika Pembelian Seragam Di Pungli Pihak Sekolah

0
IMG-20260803-WA0109

Global Rise TV (Pandeglang)-, Adanya Isyu terkait, dugaan pungli di SDN 1 Labuan, Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Banten, terkesan mengada ada.

Dugaan tersebut mengatakan, adanya dugaan pungutan di pembelian seragam sekolah seperti seragam batik, olah raga dan atribut sekolah.

Saat media mengkonfirmasi tentang adanya dugaan pungli tersebut, pihak sekolah membantah adanya dugaan tersebut,” kami disini hanya sebatas memfasilitasi kebutuhan perlengkapan sekolah saja, adapun tentang harga, kami tidak ikut campur, itu hasil kesepakatan para wali murid dan komite sekolah. Kami tidak banyak intervensi,” ungkap Dra.Tini Kartini Kepala Sekolah SDN 1 Labuan.

Hal tersebut juga di benarkan oleh perwakilan wali murid SDN tersebut, jika semuanya itu hasil dari musyawarahnnya bersama Komite dan guru,” maaf pak kami mewakili semua wali murid, jika Isyu dugaan itu tidak benar adanya. Sebab kami semua sepakat dengan pembelian seragam tersebut, di mana letak pungutan nya pak,” ucap (D)mewakili wali siswa 03/08/2026.

(D) juga menggambarkan kan, tentang adanya identitas dari setiap sekolah,” jadi begini pak, kami hanya membeli seragam yang memang identitasnya sekolah tersebut, jika seragam yang umum seperti putih merah. Kami beli sendiri pak, ada yang di pasar juga online,” tuturnya.

Para wali siswa juga membenarkan , statement yang di ungkapkan oleh (D),” benar pak, itu hasil kesepakatan, sebab batik dan kaos olah ragakan, masing-masing punya identitas, jadi kami tidak merasa keberatan dengan harga yang di sepakati bersama,” ucap wali siswa lain.

Lanjut kata Deyis, dengan adanya hal tersebut pihaknya merasa bingung,” yaa kumaha teu bingung pak, kami orang tuana sepakat meli. Kok di Maslahkeun, lamun rek keberatan malah kami. Tapi kan iye kami sepakat harga seragam eta,” ucap (D) dengan bahasa khas budayanya.

Para wali siswa juga meminta, agar apa yang menjadi tanggung jawab wali murid. Itu yang harus dilakukan,”anak kami sekolah disini pak, dan kami juga harus ikut aturan sekolah. Hal yang tidak mungkin jika anak kami harus bikin batik dan seragam olah raga sendiri, intinya kami tidak merasa keberatan dengan harga seragam tersebut. Sebab itu identitas sekolah yang harus anak kami miliki,” tutupnya kepada wartawan

Jayang Suwarna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *