BBGRM 2026 di Kampung Ciwiru Babakan Dorong Gotong Royong dan Kepedulian Masyarakat

Global RiseTv,(Serang)–Kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 digelar di Kampung Ciwiru, RT 03/RW 08, Desa Babakan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Kamis, (03/9/26).
Kegiatan penilaian BBGRM di Desa Babakan dihadiri Pjs. Kepala Desa Babakan H. Junaidi, Camat Bandung H. Safrudin beserta jajaran, Ketua Tim Penilai BBGRM Kabupaten Serang Fandi bersama rombongan, unsur TNI dan Polri, Babinsa Sertu Saipul, Bhabinkamtibmas Bripka Yudi, BPD, LPM, Karang Taruna, TP PKK, kader Posyandu, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tamu undangan lainnya.



Dalam pelaksanaan BBGRM Tahun 2026, terdapat berbagai kategori penilaian. Dari 14 kategori yang ada, empat kategori yang dipilih untuk menjadi bagian dari penilaian yaitu Bangunan Pos Ronda Inspiratif, Partisipasi Warga Terbaik dalam Gotong Royong, Inovasi Kreasi Infrastruktur, serta Desa dengan PKK Terbaik.
Ketua Tim Penilai BBGRM Kabupaten Serang, Fandi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana pembinaan yang telah dilakukan sekaligus mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga semangat gotong royong di lingkungan desa.
“Tujuan kami ke sini ingin menilai sejauh mana pembinaan yang sudah dilakukan, baik dari OPD, kecamatan maupun desa. Kami juga ingin melihat dan mengukur bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam bergotong royong,” ujar Fandi.
Menurut Fandi, pelaksanaan gotong royong secara rutin menjadi salah satu hal positif yang ditemukan dalam penilaian di Kampung Ciwiru. Ia mengapresiasi masyarakat yang secara konsisten melaksanakan kegiatan gotong royong, termasuk setiap hari Jumat.
Ia juga mengapresiasi keberadaan bank sampah yang aktif di lingkungan Desa Babakan. Menurutnya, pemilahan sampah yang telah dilakukan mulai dari tingkat rumah tangga menunjukkan adanya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
“Luar biasa, Babakan ini ternyata memiliki bank sampah yang aktif. Saya melihat buku tabungannya dan partisipasi masyarakat juga cukup baik. Sampah yang memiliki nilai ekonomi sudah dipilah dari rumah, kemudian disetorkan melalui bank sampah. Sebagian juga dimanfaatkan menjadi kompos,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Fandi menjelaskan bahwa BBGRM Tahun 2026 merupakan tindak lanjut dari Permendagri Nomor 42 Tahun 2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat. Tahun ini, penilaian dikemas melalui konsep “Desa Tematik Bahagia” dengan melihat berbagai aspek, antara lain kebersihan, keamanan, keharmonisan, keguyuban dan keindahan lingkungan.
“Selain itu ada sekitar 18 kategori lomba yang dinilai. Kami juga melihat seberapa aktif kegiatan Posyandu, kegiatan RT/RW dan berbagai aspek lainnya secara keseluruhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, di Kecamatan Bandung terdapat dua desa yang mengikuti kegiatan BBGRM Tahun 2026, yakni Desa Babakan dan Desa Pringwulung. Penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk menentukan berbagai kategori pemenang, termasuk juara umum.
Sementara itu, Pjs. Kepala Desa Babakan H. Junaidi mengatakan, kegiatan BBGRM Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mendukung pembangunan desa.
“Alhamdulillah, kegiatan BBGRM ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat. Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang terus menjaga budaya gotong royong, kebersihan, keamanan dan kekompakan di lingkungan masing-masing,” kata H. Junaidi.
Menurutnya, keberadaan bank sampah, kegiatan gotong royong rutin, serta berbagai inovasi masyarakat merupakan bukti bahwa kesadaran warga Desa Babakan terhadap lingkungan dan pembangunan terus berkembang.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan saat ada penilaian atau perlombaan, tetapi menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat. Gotong royong harus terus dipertahankan karena merupakan kekuatan utama dalam membangun desa,” ujarnya.

H. Junaidi juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Penilai BBGRM Kabupaten Serang, Pemerintah Kecamatan Bandung, TNI-Polri, BPD, LPM, Karang Taruna, PKK, kader Posyandu, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama serta seluruh warga yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.


Melalui pelaksanaan BBGRM Tahun 2026, Pemerintah Desa Babakan berharap semangat gotong royong tidak hanya berlangsung dalam rangka penilaian atau perlombaan, tetapi menjadi budaya yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan desa membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat melalui kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan serta semangat gotong royong.
(A,Oman)
