Ritual Keceran Tjimande dan Seni Budaya Pencak Silat, Ikat Silaturahmi Antar Umat.

0
IMG-20260911-WA0047

Global Rise TV (Pandeglang)-Tradisi Keceran yang selalu menjadi tradisi Ritual dari TTKDH, yang selalu di adakan pada Bulan Maulud Nabi Besar Muhammad SAW.

Tradisi ritual Keceran ini sudah menjadi tradisi turun menurun, selain ritual Keceran kegiatan tersebut menampilkan seni budaya pencak silat dan santunan anak Yatim Piatu.

Menurut ketua DPC TTKDH Pulosari Ade Rompal mengatakan, kegiatan ritual Keceran selalu di lakukan tiap tahunnya,” kegiatan ini hampir rutin setiap tahunnya di lakukan oleh sesepuh kita dari jaman dahulu, bertanggung jawab untuk melestarikannya. Sebab dalam ritual Keceran tersebut banyak makna,” ungkapnya kepada wartawan 11/09/2026.

Ade Rompal juga mengatakan lagi, selain melestarikan budaya leluhur, Silaturahmi juga salah satu talek yang ada di tubuh TTKDH,” disini kita banyak mengambil makna arti dari Keceran, selain dari tradisi budaya. Kegiatan ini juga menjalin tali silaturahmi antar manusia,” jelasnya.

Saat di konfirmasi terkait kepedulian Pemerintah terhadap seni budaya pencak silat ini, pihaknya menjelaskan,” kami sedikitnya agak kecewa kepada pemerintah tentang seni budaya yang selalu kami lakukan, sebab mereka hanya mengaku saja keberadaan kami ( TTKDH ), namun tidak ada rasa memilikinya. Mereka seharusnya tahu, kesenian budaya ritual dan pencak silat ini, tradisi dari sesepuh yang ikut memerdekakan bangsa ini,” tuturnya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai seni budaya, pencak silat, Dodod, tari Saman yang di tampilkan acara tersebut.

Acara tahunan tersebut juga di hadiri oleh Tokoh TTKDH Kabupaten, Pemerintah Kecamatan Pulosari, PKBM Pulosari, Dinas Pariwasata.

Hal tersebut juga di ungkapkan oleh Ketua PKBM Kecamatan Pulosari, Didin Rasudin, menurutnya kegiatan tersebut memang salah satu ciri khas dari wadah Mesti TTKDH,” kami sangat mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut, selain membudayakan Seni Budaya, hal ini mengandung makna yang luas. Agar kita jangan lepas dari Asli Budaya kita, dan acara ini juga menunjukkan jika tradisi ini tak akan tergilas dengan jaman,” tutupnya.

Perlu adanya kepedulian Pemerintah baik Kabupaten, Provinsi dan Pusat, agar bisa melestarikan dan membuyakan peninggalan para sesepuh terdahulu.

Rudi Cobra

Surya Wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *