Dari Media Sosial Hingga Game Online Densus 88 Ingatkan 250 Pelajar Pangkalpinang Soal Ancaman Ekstremisme

0
IMG-20261021-WA0025

Global Rise TV (Pangkalpinang) -Satuan tugas Wilayah (Satgaswil) Kepulauan Bangka Belitung, Densus, (88) Antiteror Polri. memberikan sosialisasi, kebangsaan kepada (250) Siswa SMAN-3 Pangkalpinang, Rabu (21/10/2026). langkah ini dilakukan untuk, membentengi Generasi muda, dari paparan intoleransi, radikalisme, Ekstremisme, dan terorisme (IRET), sekaligus meningkatkan, literasi Digital di kalangan pelajar
kegiatan Bertema,

“Perkuat Wawasan Kebangsaan, tangkal paham IRET, Lindungi Generasi Muda, dari Kekerasan di Dunia Digital” tersebut melibatkan Dinas pendidikan Kota pangkalpinang, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pangkalpinang, serta Polda Kepulauan Bangka Belitung, sosialisasi ini menjadi bagian, dari upaya Membangun, kesadaran pelajar terhadap ancaman paham ekstrem di lingkungan pendidikan maupun ruang Digital,

Materi yang disampaikan mencakup, pengenalan paham IRET, penguatan Nilai-nilai Pancasila, toleransi, serta kemampuan, mengenali propaganda di Media sosial, Para siswa juga di Berikan, pemahaman mengenai pola, perekrutan kelompok ekstrem melalui ruang percakapan Digital dan permainan daring yang Berpotensi, di manfaatkan untuk memengaruhi pola pikir generasi Muda,

Katim Pencegahan Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung, Densus (88) Antiteror Polri. IPDA Hariyadi, S.H., menjelaskan bahwa Sosialisasi, kebangsaan tersebut Merupakan, langkah preventif untuk memperkuat ketahanan, Generasi muda terhadap pengaruh paham Ekstrem,

Menurutnya, wawasan kebangsaan dan literasi Digital, menjadi bekal penting bagi, pelajar agar Mampu menyaring informasi, mengenali Propaganda, serta menolak ajakan yang mengarah pada tindakan, kekerasan, Dengan pemahaman tersebut, siswa di harapkan tidak mudah terpengaruh narasi yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan semangat persatuan Bangsa,

Pembahasan juga menyoroti proses Radikalisasi pada anak dan remaja, termasuk pendekatan, melalui dunia maya yang dapat memengaruhi cara Berpikir dan, perilaku. Dalam konteks tersebut, perempuan dan anak juga Berpotensi, menjadi sasaran Eksploitasi maupun pelibatan dalam, Aksi terorisme sehingga, di perlukan kewaspadaan, Bersama dari keluarga, sekolah dan Masyarakat,

Selain ancaman ekstremisme, para Siswa, mendapatkan edukasi mengenai, perundungan atau bullying, beserta dampaknya terhadap kondisi psikologis korban, Pelajar diingatkan agar tidak melakukan perundungan, tidak menyebarkan konten yang mempermalukan, orang lain, serta berani melaporkan kejadian kepada, Guru atau pihak sekolah demi menciptakan lingkungan belajar yang Aman,

Sosialisasi turut membahas Peraturan Pemerintah Nomor (17) tahun 2025, tentang tata kelola penyelenggaraan Sistem Elektronik, dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), Regulasi ini menjadi bagian dari pembahasan mengenai, perlindungan anak dalam penggunaan sistem elektronik dan aktivitas di ruang Digital,

Untuk memperluas jangkauan edukasi, Tim Pencegahan Satgaswil, Kepulauan Bangka Belitung, Densus (88) Antiteror Polri. juga memperkenalkan kanal Media sosial, resmi, termasuk akun Instagram babelprevention, Kanal tersebut di harapkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk memperoleh informasi, pencegahan IRET dan berdiskusi mengenai isu kebangsaan serta keamanan Digital,

Melalui kegiatan ini, Densus (88) Antiteror Polri. mengajak pelajar menerapkan sikap toleran, bijak Bermedia sosial, dan menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi aparat ke Amanan, pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dinilai penting untuk melindungi Generasi muda, dari propaganda ekstremisme sekaligus mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter kebangsaan. (LN/007) Pungkasnya (Imron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *