KELANGKAAN SOLAR MELUMPUHKAN AKTIVITAS PERTANIAN: PETANI DI KALIBUNDER MOGOK BEKERJA, MASYARAKAT DESAK TINDAKAN TEGAS PEMERINTAH

Global Rise TV (SUKABUMI), 22 Oktober 2026 — Kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar yang terjadi belakangan ini telah melumpuhkan aktivitas pertanian di Desa Balekambang, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Para petani terpaksa menghentikan seluruh kegiatan di ladang maupun pengolahan hasil panen, karena traktor dan mesin penggilingan padi tidak dapat dioperasikan akibat sulitnya mendapatkan pasokan bahan bakar yang memadai.
Aktivitas Pertanian Terhenti, Petani Terpaksa Mogok
Kampung Bojong Jengkol, RT 18/RW 04, Desa Balekambang, Kecamatan Kalibunder — yang masuk dalam daerah pemilihan Dapil 6 Jampangkulon — kini menjadi sorotan publik atas permasalahan yang dialami warganya. Selama beberapa hari terakhir, para petani di wilayah ini terpaksa menunda seluruh pekerjaan pertanian mereka. Traktor yang seharusnya membajak lahan, serta mesin penggilingan padi yang menjadi penopang ekonomi warga, kini hanya terparkir diam tanpa bisa dijalankan.


Kondisi ini tentu sangat merugikan para petani. Terlebih jika bertepatan dengan masa tanam maupun masa panen, keterlambatan pengolahan lahan maupun hasil panen dapat berimbas besar pada kualitas dan kuantitas hasil tani, yang pada akhirnya langsung mempengaruhi pendapatan ekonomi keluarga para petani itu sendiri.
Sulit Didapat dan Dipersulit Saat Membeli
Keluhan yang disampaikan warga kepada media menunjukkan bahwa masalah bukan sekadar terbatas pada tidak tersedianya bahan bakar. Warga menyampaikan, saat mereka berusaha membeli solar di pom bensin terdekat, prosesnya sangat dipersulit. Pembatasan jumlah pembelian, antrean yang sangat panjang, hingga ketidakpastian kapan stok akan tersedia kembali menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan.
“Kami sebagai masyarakat merasa kecewa karena langkanya bahan bakar jenis solar di kampung kami. Dan ketika kami membelinya ke pom terdekat, sangat dipersulit,” ujar Bapak Kusnadi, tokoh masyarakat setempat yang mewakili warga menyampaikan pengaduan ini kepada media.
Dugaan Penimbunan oleh Oknum Tidak Bertanggung Jawab
Masyarakat menduga kuat bahwa kelangkaan yang terjadi bukan semata-mata karena masalah pasokan dari pusat. Adanya dugaan perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi, dengan cara menimbun maupun menyalurkan bahan bakar tersebut ke jalur tidak resmi sehingga masyarakat yang membutuhkannya untuk keperluan pokok justru kesulitan memperolehnya.
Kondisi ini membebani masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Bahan bakar solar yang seharusnya menjadi penunjang produksi justru menjadi barang langka yang menyulitkan kehidupan sehari-hari warga.
Masyarakat Desak Pemerintah Segera Bertindak
Oleh karena itu, masyarakat Desa Balekambang dan sekitarnya memohon kepada pemerintah terkait — baik itu Dinas Perdagangan Kabupaten Sukabumi, pihak Pertamina, DPRD Kabupaten Sukabumi khususnya Dapil 6 Jampangkulon, maupun aparat penegak hukum — untuk segera menindaklanjuti dan mengambil langkah tegas terhadap permasalahan ini.
Masyarakat meminta agar dilakukan pengawasan dan pengecekan langsung di lapangan, menindak tegas oknum-oknum yang terbukti menimbun maupun menyalahgunakan distribusi bahan bakar, serta memastikan pasokan solar tersedia secara cukup, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat, terutama para petani yang sangat membutuhkannya untuk kelangsungan hidup mereka.
Harapan warga sederhana: semoga permasalahan ini segera ditangani dengan serius dan tuntas, sehingga roda perekonomian masyarakat desa, khususnya di sektor pertanian, dapat kembali berputar normal.
Liputan Sukabumi
Penulis :
Bambang irawan
