Cegah Potensi Konflik Horizontal, Polres Purwakarta Amankan Parade Tauhid di Cikopo

Global Rise TV (Purwakarta) – Menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat di tengah perbedaan pandangan membutuhkan kesiapsiagaan serta sinergi seluruh elemen.
Terlebih, dalam situasi yang memiliki sensitivitas sosial, kehadiran aparat kepolisian menjadi penting untuk mencegah gesekan dan memastikan situasi tetap aman serta kondusif.
Sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah, Polres Purwakarta menerjunkan sebanyak 233 personel untuk melaksanakan pengamanan kegiatan Parade Tauhid yang diselenggarakan Forum Penyelamat Akidah Ummat Islam (FPAUI), Jumat (6/11/2026).



Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut berlangsung di depan lahan pembangunan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.
Parade tersebut membawa agenda penyampaian aspirasi terkait penolakan terhadap rekomendasi pembangunan rumah ibadah GKPS yang dikeluarkan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kementerian Agama.
Menyikapi kondisi tersebut, pengamanan Polres Purwakarta difokuskan pada upaya menjaga kondusivitas wilayah, mencegah terjadinya konflik horizontal, serta menjamin ketertiban umum agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Kehadiran 233 personel kepolisian di lokasi menjadi langkah antisipatif untuk mencegah potensi gesekan maupun benturan fisik antara massa aksi, pihak gereja, dan masyarakat sekitar. Petugas juga melakukan pemantauan situasi guna mengantisipasi tindakan provokatif ataupun pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berupaya memperkeruh keadaan.
Dalam pelaksanaannya, Polres Purwakarta mengedepankan pendekatan dialogis dan humanis dengan membangun komunikasi persuasif bersama penanggung jawab maupun peserta aksi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib, damai, dan tidak disertai tindakan provokatif.
Selain itu, personel kepolisian melakukan pengawalan terhadap pergerakan massa atau longmarch yang dimulai dari halaman Masjid Tajug Gede sebagai titik kumpul menuju kawasan Cikopo dan Masjid Al Hidayah Cikopo.
Pengawalan tersebut bertujuan memberikan rasa aman kepada peserta aksi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di sepanjang rute yang dilalui.
Untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, personel Satuan Lalu Lintas juga dikerahkan melakukan pengaturan arus kendaraan di sejumlah persimpangan dan titik yang dilalui massa.
Langkah pengaturan lalu lintas dilakukan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan, mencegah kemacetan, serta memastikan hak pengguna jalan lainnya tetap terpenuhi.
Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam, menegaskan bahwa Polres Purwakarta berkomitmen menjaga keamanan seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang, golongan, maupun keyakinan.
Melalui pengamanan ini, kepolisian mengedepankan langkah preventif, pendekatan humanis, dan komunikasi persuasif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta menjaga agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini, mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap menahan diri, mengedepankan sikap saling menghormati, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Purwakarta agar tetap aman dan kondusif. Setiap warga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, namun hendaknya dilakukan secara tertib, damai, serta tetap menghormati hak dan kebebasan orang lain,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan provokatif, menyebarkan ujaran kebencian, ataupun informasi yang dapat memicu kesalahpahaman dan perpecahan.
Apabila menemukan indikasi gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 yang siap menerima laporan dan pengaduan secara gratis.
Melalui kegiatan pengamanan ini, Polres Purwakarta menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tentang mengamankan suatu kegiatan, tetapi juga melindungi seluruh masyarakat, mencegah konflik, dan merawat keharmonisan di tengah keberagaman.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi landasan untuk membangun komunikasi, memperkuat toleransi, dan menciptakan Kabupaten Purwakarta yang aman, damai, serta harmonis bagi seluruh warganya.Fauzi
