Cegah Penularan TBC, Puskesmas Taktakan Gelar Tracing TBC Terintegrasi Di Pustu Kelurahan Cibendung

Global Rise TV (SERANG) – Pemerintah Kelurahan Cibendung bersama UPT Puskesmas Taktakan menggelar kegiatan Tracing TBC Terintegrasi dan Investigasi Kontak (IK) yang bertempat di Puskesmas Pembantu ( Pustu ) Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis (TBC) tahun 2030 dan Gerakan TOSS TBC (Temukan Obati Sampai Sembuh) dari Kementerian Kesehatan kepada seluruh Puskesmas di Indonesia.



Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Serang, Nurhayati, SH. M.Si, Lurah Cibendung, Yanti Nur Nasyiatul Aisyiyah, kepala Puskesmas ( Kapus ) Taktakan Hj. Ira Senjawati, petugas pemegang program TBC Puskesmas Taktakan, diantaranya M. Rizky Arif Darmawan, bd. Nur Sofiyati, bd. Khuriyah, bd. Tini, bd. Titin dan Nazwa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para Ketua RW/RT, serta para kader kesehatan dan kader Posyandu Kelurahan Cibendung.
Dalam arahannya Kabid Nurhayati menegaskan pentingnya Tracing terintegrasi untuk memutus rantai penularan TBC di masyarakat. Kami berharap masyarakat Cibendung agar biasa menjalankan pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan baik di rumah maupun di lingkungannya.
Kapus Taktakan Hj. Ira Senjawati juga mengatakan kegiatan Tracing TBC ini dilakukan secara Terintegrasi lintas program dan lintas sektor, melibatkan Kelurahan, RT, RW dan kader. Satu pasien TBC bisa menulari 10 sampai 15 orang dalam setahun. Maka jika ada satu kasus, wajib kita Tracing kontak eratnya, terutama keluarga yang serumah, anak balita dan lansia. Yang sehat kita beri Terapi Pencegahan TBC ( TPT ), yang sakit kita obati sampai sembuh dan Gratis, jelas Hj. Ira Senjawati.
Sementara itu, Lurah Cibendung Yanti Nur Nasyiatul Aisyiyah menyambut baik kegiatan tersebut dan mengajak warga untuk tidak takut memeriksakan diri jika mengalami gejala batuk lebih dari 2 minggu, demam sore hari, keringat malam dan terjadi penurunan berat badan.
“Kami bersama Puskesmas Taktakan melakukan pelacakan aktif. Jika ada satu warga yang terkonfirmasi TBC, maka keluarga serumah dan kontak eratnya wajib diperiksa. Ini untuk mencegah penularan lebih luas,” ujar Yanti di sela kegiatan.
Adapun warga yang diperiksa dalam kegiatan ini sebanyak 100 orang. Meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, gula darah, tensi darah, skrining gejala TBC dan edukasi serta pemeriksaan dahak ( TCM ) Tes Cepat Molekuler. Ada 12 orang yang dilakukan pemeriksaan TCM dan akan di bawa ke Puskesmas Serang untuk mendapatkan hasilnya apakah positif atau negatif ucap petugas kesehatan.
Dengan adanya Tracing TBC Terintegrasi ini, diharapkan angka penularan TBC dan warga yang terkena TBC di Kelurahan Cibendung dapat ditekan dan terditeksi dini untuk mewujudkan Kelurahan Cibendung bebas dari Tuberkolusis ( TBC ).
( red/wiro ).
