Antara ‘Serang Bahagia’ dan Bayang-Bayang ‘Serang Bahaya’

0
IMG-20260915-WA0047

15/9/226
Global Rise TV (Kabupaten Serang) –
Slogan politik sering kali menjadi candu yang menenangkan, tetapi realita di lapangan adalah penawarnya. Ketika Bupati Kabupaten Serang, Ratu Zakiyah, resmi dilantik pada Mei 2025 dengan narasi besar “Serang Bahagia”, publik menaruh harapan tinggi akan adanya perubahan substantif. Namun, menginjak masa kepemimpinannya saat ini, jargon manis tersebut berisiko tergelincir menjadi “Serang Bahaya” jika kebijakan publik yang diambil tidak mengakar pada kebutuhan riil masyarakat.

Kritik terhadap kepemimpinan daerah bukan bentuk kebencian, melainkan alarm pengingat agar roda pemerintahan tidak berbelok menuju jurang ketimpangan dan krisis sosial.

Tanda-Tanda Alarm “Serang Bahaya”

  1. Janji Kesejahteraan vs. Pengangguran Lokal

Kabupaten Serang adalah salah satu pusat industri utama di Banten. Namun, tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda lokal masih menjadi ironi yang menyakitkan. Narasi “Bahagia” terasa semu jika warga lokal hanya menjadi penonton di tanah sendiri sementara ekspansi industri terus berjalan tanpa penyerapan tenaga kerja lokal yang adil.

  1. Ancaman Lingkungan

Ancaman tersebut karena mulai berkurangnya resapan air, ancaman banjir tahunan, krisis air bersih, galian C ilegal, pengelolaan sampah dan pencemaran limbah akan mengubah janji kebahagiaan menjadi bahaya ekologis yang nyata bagi warga.

  1. Infrastruktur dan Pelayanan Publik yang Belum Merata

Ketimpangan pembangunan antara wilayah timur, barat utara dan selatan Kabupaten Serang kerap dikeluhkan. fasilitas kesehatan yang belum memadai di pelosok desa, serta keterbatasan akses dan sarana pendidikan adalah beban harian warga yang tak bisa diselesaikan hanya dengan gimik komunikasi politik.

  1. Bersihkan oknum.

Setelah dilantik menjadi bupati, sering dan banyak terdengar oknum yg menyebut dirinya sebagai orang dekat bupati, supir bupati, orang kepercayaan bupati dan sebagainya yg mengganggu kebijakan dan program yg semula akan pro rakyat berubah menjadi pro orang dekat.

  1. Pengisian jabatan

Pengisian jabatan, rotasi dan pengangkatan pejabat di lingkungan pemerintah daerah kabupaten serang terlihat dan terdengar “siapa dekat dengan siapa”, bahkan “siapa yang bawa atau menitipkan” itu menjadi ancaman bom waktu untuk kabupaten serang. Tidak melihat siapa yang berjuang, hanya melihat siapa yg beruang. Tidak melihat kapasitas tapi mengutamakan diatas kertas.

Titik Balik yang Diperlukan
Untuk mencegah jargon “Serang Bahagia” berujung pada “Serang Bahaya”, ada beberapa langkah krusial yang harus segera direalisasikan:

Transparansi Kebijakan dan Buka ruang partisipasi Masyarakat untuk pengawasan ketat, Kabupaten Serang tidak membutuhkan slogan yang indah di baliho, melainkan kebijakan nyata yang berdampak pada isi dapur, keselamatan lingkungan, dan kepastian masa depan anak-anak mereka.

Salam dari saya aktivis serang selatan

M. Amin Nazili.(M.Nasuka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *