IMC Dorong Kolaborasi Lintas Sektor, Perkuat Pencegahan Narkotika di SMAN 2 Malingping

0
IMG-20261010-WA0000

Global Rise TV (Lebak-Banten), Sabtu 10 Oktober 2026— Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) Cabang Malingping dan IMC Cabang Rangkasbitung kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui kegiatan Seminar Edukatif Bersih Narkoba dan Obat-Obatan Terlarang. Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Pencegahan Narkotika di Era Generasi Digital” tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di SMAN 2 Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.

Seminar ini di ikuti oleh siswa dan siswi SMAN 2 Malingping yang menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pemaparan materi dan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun kesadaran kritis generasi muda terhadap ancaman narkotika dan obat-obatan terlarang yang dapat berdampak pada kesehatan, kehidupan sosial, keberlangsungan pendidikan, serta masa depan.

Seminar ini menghadirkan pemateri dari Satuan Reserse Narkoba Polres Lebak, yakni IPDA Herman, S.H., yang menjabat sebagai Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaurbinops) Satresnarkoba Polres Lebak. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pengertian narkotika, jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan dan kehidupan sosial, serta ketentuan hukum yang mengatur tindak pidana narkotika.

IPDA Herman menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu dimulai melalui penguatan pengetahuan dan kesadaran di kalangan pelajar. Menurutnya, generasi muda harus memiliki pemahaman yang memadai agar mampu mengenali risiko, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, dan menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.

“Penyalahgunaan narkoba dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, kehidupan sosial, pendidikan, bahkan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, para pelajar perlu dibekali pengetahuan serta keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” ungkap IPDA Herman.

Ketua IMC Cabang Malingping, Amel Adista, menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar tersebut merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan dan masa depan generasi muda, khususnya di lingkungan pendidikan. Ia menilai bahwa pelajar perlu memperoleh ruang edukasi yang memadai agar mampu memahami bahaya narkotika dan membangun sikap tegas dalam menghindari perilaku berisiko.

“Seminar ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap para pelajar. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menjaga diri, lingkungan pergaulan, dan masa depan dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Pjs. Ketua IMC Cabang Rangkasbitung, Rio Putra Yunanto, menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, pelajar dan masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang konsisten agar mampu mengenali bahaya narkotika serta memahami pentingnya lingkungan sosial yang mendukung perilaku sehat dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus mendorong pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan pelajar maupun masyarakat. Kami berharap edukasi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga kesadaran bersama semakin kuat dan upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Coordinator Center Ikatan Mahasiswa Cilangkahan, Faqih Khoerudin, menekankan bahwa persoalan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan individu, melainkan sebagai tantangan sosial yang membutuhkan keterlibatan kolektif. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab intelektual dan sosial untuk mengambil bagian dalam upaya pencegahan melalui pendidikan, penguatan kesadaran publik, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

Ia juga menilai bahwa perkembangan era digital menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Arus informasi yang cepat perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan pemahaman yang benar mengenai risiko penyalahgunaan zat terlarang. Karena itu, edukasi antinarkoba perlu dikembangkan secara komunikatif, relevan dengan kehidupan pelajar, dan berkesinambungan agar tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi mendorong perubahan sikap dan perilaku.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar seminar seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa dalam melindungi masa depan generasi muda. Kami melihat bahwa penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang membutuhkan perhatian serius serta kerja sama yang nyata dari seluruh elemen masyarakat. IMC berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi dan membangun kesadaran di kalangan pelajar maupun masyarakat agar mereka mampu memahami risikonya, bersikap kritis terhadap pengaruh lingkungan, dan berani menolak penyalahgunaan zat terlarang. Narkotika bukan hanya persoalan individu, tetapi juga persoalan bersama yang membutuhkan pencegahan secara kolektif dan berkelanjutan,” tegas Faqih Khoerudin.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah, Aep, S.Pd., M.Si. Ia mengapresiasi inisiatif Ikatan Mahasiswa Cilangkahan bersama Polres Lebak dalam menyelenggarakan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan, mahasiswa, dan aparat penegak hukum merupakan langkah penting dalam membangun lingkungan belajar yang aman sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta didik.

“Kami menyambut baik dan mendukung kegiatan seminar edukatif ini. Edukasi mengenai bahaya narkotika sangat penting untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kesadaran dalam menjaga diri serta menentukan arah masa depannya. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam mempersiapkan generasi yang sehat, berkarakter, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Melalui seminar ini, IMC berharap kesadaran pelajar terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika semakin meningkat. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, kepolisian, keluarga, dan masyarakat dalam membangun sistem pencegahan yang lebih terarah.

Upaya pencegahan narkotika membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga pada penguatan karakter, literasi digital, dukungan lingkungan sosial, serta keberanian untuk melaporkan dan menghindari perilaku berisiko. Dengan sinergi yang konsisten dan berkelanjutan, generasi muda diharapkan mampu tumbuh sebagai individu yang kritis, sehat, dan berdaya dalam menghadapi tantangan zaman.

Deny afrianto_LitBang Redaksi Global Rise Tv.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *