Kodim 0602/Serang Usai Bangun Jambatan Untuk Melancarkan Masyarakat Cijeruk Menuju Beraktifitas Sehari-Hari

Global Rise TV (Serang), – Berbulan-bulan menggunakan jembatan bambu yang membahayakan dan harus memutar hingga menambah waktu perjalanan sekitar satu jam, masyarakat Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, akhirnya kembali memiliki akses yang aman.
Jembatan Perintis Garuda yang dibangun oleh Kodim 0602/Serang resmi digunakan, pada Selasa (04/08/2026).
Jembatan berukuran 12 meter kali 4 meter itu menjadi akses penghubung masyarakat Desa Cijeruk menuju kawasan Modern Cikande dan diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 1.970 kepala keluarga.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M., bersama Dandim 0602/Serang Kolonel Arm Oke Kistiyanto, S.A.P., M.S.M.
Jembatan Perintis Garuda merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui TNI AD. Pembangunannya dilaksanakan Kodim 0602/Serang selama 48 hari sejak peletakan batu pertama pada 17 Juni 2026.
Pembangunan jembatan tersebut berawal dari rusaknya akses lama pada Februari 2026 setelah dihantam material dan limbah kayu yang terbawa aliran sungai.
Sejak jembatan lama terputus, sebagian warga terpaksa menggunakan jembatan sementara yang dibuat dari bambu. Kondisi itu dinilai membahayakan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang membawa barang atau menggunakan kendaraan.
Warga yang tidak berani melintasi jembatan bambu harus mengambil jalur memutar. Kehadiran jembatan baru kini dapat memangkas waktu perjalanan hingga sekitar satu jam sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jembatan tersebut menjadi jalur penting bagi warga yang bekerja di kawasan Modern Cikande, anak-anak yang menuju sekolah, petani yang membawa hasil panen, serta masyarakat yang mengakses pusat perdagangan dan pelayanan publik.
Tokoh masyarakat Kampung Kemuning, Masroni, mengatakan pembangunan jembatan itu menjadi jawaban atas kesulitan yang selama beberapa bulan dialami warga.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden, Ibu Bupati Serang, Dandim 0602/Serang, dan seluruh jajaran TNI yang telah membangun jembatan ini. Masyarakat sangat terbantu, baik dalam mobilitas sehari-hari maupun kegiatan ekonomi,” ujar Masroni.
Menurutnya, keberadaan jembatan baru memberikan rasa aman sekaligus mengembalikan jalur utama masyarakat menuju kawasan Modern Cikande dan wilayah sekitarnya.
Masroni juga mengapresiasi kehadiran Bupati Serang beserta jajaran pemerintah daerah di Kampung Kemuning. Ia berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada pembangunan jembatan, tetapi juga menyentuh persoalan lingkungan yang masih dirasakan masyarakat.
Salah satu persoalan tersebut adalah kondisi aliran Sungai Cikambuy yang mengeluarkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan serta aktivitas warga.
“Kami berharap permasalahan Sungai Cikambuy juga mendapat perhatian dan dapat segera ditangani oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait,” katanya.
Dandim 0602/Serang Kolonel Arm Oke Kistiyanto mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat diselesaikan sesuai target berkat dukungan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, pembangunan telah berjalan selama 48 hari sejak peletakan batu pertama pada 17 Juni 2026. Hari ini, 4 Agustus 2026, jembatan ini dapat kita resmikan dan digunakan oleh masyarakat,” kata Dandim.
Ia menjelaskan, kebutuhan pembangunan jembatan pertama kali disampaikan setelah akses lama mengalami kerusakan pada Februari 2026. Danramil 0602-19/Cikande bersama Camat Kibin kemudian mengajukan kebutuhan masyarakat tersebut kepada Kodim 0602/Serang.
Usulan tersebut diteruskan kepada komando atas dan pemerintah pusat hingga memperoleh respons positif. Pembangunan kemudian dimulai pada Juni 2026 dan diselesaikan dalam waktu 48 hari tanpa kendala berarti.
“Jembatan ini merupakan bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Ini menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan masyarakat di daerah sekaligus wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegas Dandim.
Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya memulihkan jalur penyeberangan, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi kehidupan sekitar 1.970 kepala keluarga di Desa Cijeruk.
Dengan kembali tersambungnya akses tersebut, masyarakat tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi jembatan bambu atau menempuh jalur memutar yang menghabiskan waktu lebih lama.
“Harapan kami, jembatan ini dapat memperlancar mobilitas masyarakat, memudahkan anak-anak menuju sekolah, membantu warga yang bekerja di kawasan Modern Cikande, serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dandim mengajak masyarakat menjaga dan merawat jembatan sebagai fasilitas bersama agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Jembatan ini dibangun untuk masyarakat. Mari kita jaga, rawat, dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0602/Serang dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Serang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dandim 0602/Serang beserta seluruh jajaran. Melalui Program Jembatan Perintis Garuda, TNI kembali menunjukkan komitmen nyata membantu masyarakat hingga ke pelosok desa,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, keberadaan jembatan baru tersebut tidak hanya menghadirkan sarana penyeberangan yang lebih aman, tetapi juga akan memperkuat konektivitas serta mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.
“Anak-anak akan lebih mudah menuju sekolah, warga lebih lancar beraktivitas, masyarakat yang bekerja menuju kawasan Modern Cikande akan terbantu, dan para petani dapat mendistribusikan hasil pertaniannya dengan lebih mudah,” jelasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan kondisi jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Ini merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Mari kita rawat bersama. Apabila dijaga dengan baik, insyaallah jembatan ini akan memberikan manfaat dalam waktu yang lama,” katanya.
Peresmian turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Serang, jajaran Kodim 0602/Serang, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sekitar 150 warga.
Bagi masyarakat Desa Cijeruk, Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar bangunan baru. Jembatan itu mengakhiri perjalanan berisiko di atas bambu, memangkas waktu tempuh hingga satu jam, dan membuka kembali jalur kehidupan bagi ribuan keluarga.(kz)
