Pelaksana Waspadai Kritik Warga, Material Paving Block Diduga Jadi Sorotan

0
IMG_20260909_155340

Global Rise TV (PANDEGLANG) — Pelaksanaan pembangunan paving block di wilayah Desa Kiarapayung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga menyoroti kondisi material paving block yang digunakan dalam pekerjaan tersebut dan menduga sebagian material yang dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan.
Sorotan warga tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan sesuai dengan perencanaan.
Di tengah adanya kritik masyarakat, pelaksana pekerjaan mulai mewaspadai munculnya persoalan di lapangan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik maupun menghambat kelangsungan pekerjaan. Salah satu kendala yang menjadi perhatian adalah pengiriman material paving block yang menurut keterangan warga diduga belum sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.
Kondisi tersebut berpotensi membuat pekerjaan tersendat apabila material yang datang harus dikembalikan dan diganti dengan material yang memenuhi standar.
Salah seorang warga Desa Kiarapayung menyampaikan informasi tersebut melalui sebuah video visual berdurasi sekitar 24 detik. Dalam keterangannya, warga menyebut bahwa pada Rabu (9/9/2026), pihak perusahaan mengambil kembali material paving block yang sebelumnya telah dikirim.
Warga tersebut juga menyampaikan bahwa pada hari yang sama akan dilakukan pengiriman kembali paving block dengan material yang dinilai lebih baik.
“Pada hari ini pihak perusahaan mengambil kembali material paving block. Hari ini juga akan dikirim paving block yang bagus,” ungkap warga dalam video tersebut.
Informasi tersebut menunjukkan adanya respons dari pihak pelaksana terhadap keluhan dan perhatian masyarakat. Penggantian material diharapkan dapat menjadi langkah perbaikan sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Masyarakat sendiri berharap setiap pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah benar-benar dilaksanakan secara transparan, profesional, dan mengutamakan mutu. Kritik maupun masukan dari masyarakat juga diharapkan dapat dijadikan bahan evaluasi bagi pelaksana agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Dewan Yadi Rusmiadi, S.H., Komisi IV, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program pembangunan di wilayah Kecamatan Cibitung.
Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, pihak media, serta para aktivis yang telah ikut melakukan kontrol sosial dan menyampaikan berbagai masukan terkait pelaksanaan program pembangunan.
“Terima kasih kepada semua elemen warga masyarakat Kecamatan Cibitung, umumnya kepada pihak media dan aktivis yang sudah membantu perjalanan kelangsungan program. Sudah memberikan titik dan saran, dan pada akhirnya sampai ke telinga pelaksana,” ujar Yadi.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat, media, dan aktivis dalam melakukan pengawasan merupakan bagian penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sebagaimana mestinya. Kritik yang disampaikan secara konstruktif diharapkan tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas pembangunan.
Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, diharapkan pelaksana dapat lebih teliti dalam memastikan material yang digunakan sesuai spesifikasi dan ketentuan pekerjaan. Begitu pula dengan masyarakat, diharapkan tetap menyampaikan kritik berdasarkan fakta serta memberikan ruang kepada pihak pelaksana untuk melakukan perbaikan.
Hingga berita ini ditulis, persoalan kualitas material paving block tersebut masih menjadi sorotan masyarakat. Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tentunya perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan dokumen pekerjaan oleh pihak yang berwenang.
Masyarakat berharap pembangunan paving block di Desa Kiarapayung dapat segera diselesaikan dengan hasil yang berkualitas, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh warga dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
(M. SAHIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *