Proyek Revitalisasi PAUD Kober Az-Zahra Tunjung Teja: Pekerja Tanpa APD & Bahan Bangunan Diragukan, Pengelola Sulit Dikonfirmasi

Global Rise TV (Serang), 03 September 2026 – Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaksanakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan pembangunan ini berlokasi di Kampung Bojong Menteng, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Bantuan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai dana sebesar Rp435.603.204,00. Pekerjaan direncanakan selesai dalam waktu 84 hari kerja, dikelola langsung oleh Panitia Satuan Pendidikan P2SP PAUD Kober Az-Zahra. Sesuai papan informasi publik yang terpasang, program ini diawasi pendampingannya hingga ke tingkat Kejaksaan Agung, lengkap dengan ketentuan tertulis bahwa penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) adalah kewajiban mutlak di lokasi proyek.



Namun saat awak media meninjau langsung ke lapangan, ditemukan sejumlah hal yang menyimpang dari ketentuan. Seluruh tenaga kerja yang sedang beraktivitas sama sekali tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja. Ketika ditanya alasannya, salah satu pekerja menjawab santai: “Ada perintahnya memang, cuma terasa merepotkan saja Pak.” Padahal APD disyaratkan bukan tanpa alasan, melainkan demi menjamin keselamatan jiwa serta kesehatan setiap orang yang bekerja di sana.
Pemeriksaan bahan yang sedang dipasang pun memunculkan tanda tanya besar: semen yang dipakai ternyata bermerek Semen Rajawali yang belum tentu sesuai spesifikasi kontrak, sedangkan untuk rangka penutup atap terlihat masih memanfaatkan bahan kayu yang sudah dipakai ulang atau kualitasnya diragukan.
Saat awak media hendak meminta penjelasan resmi sekaligus klarifikasi menyeluruh kepada pihak Kepala Satuan PAUD Kober Az-Zahra selaku penanggung jawab utama proyek, diketahui beliau tidak berada di tempat dan belum dapat ditemui saat itu juga.
Mengingat besarnya nilai bantuan serta adanya pendampingan pengawalan resmi, masyarakat berharap pelaksanaan pekerjaan benar-benar sesuai rencana, bahan bermutu, aturan keselamatan ditegakkan seketat mungkin, dan segera ada pihak yang bertanggung jawab memberikan kejelasan atas temuan ini.(kz)
