Sembahyang Rebut Tradisi Umat Tionghoa di Kelenteng Fo Hap Miao Merawang

0
IMG-20260828-WA0086

Global Rise TV (Bangaka Merawang)-Sembahyang rebut tradisi umat tionghoa, di kelenteng Fo Hap Miao, Merawang Bapak Bambang Patijaya, S.E, M.M., Menghadiri acara sembahyang Rebut, adalah istilah dalam tradisi tionghoa, keagamaan di Indonesia, khususnya umat tionghoa, Rebut Chit Ngiat Pan, di kelenteng Fo, Hap, Miao, Merawang, Jum.at Malam (28/08/2026)

Dihadiri oleh kades merawang Bhabin, Babinkamtibmas, Kecamatan merawang, para masyarakat Rekan-rekan dari, pelosok mana pun hadir, acara Sembahyang Rebut, di Merawang Satpol PP., dan pemadam ke Bakaran, kawan-kawan dari Laskar sekaban serta Bapak, Ibu, penonton yang hadir di lapangan Basket Merawang, Kabupaten Bangka,

Sembahyang rebut juga dikenal sebagai Cioko/ Chit Nyait Pan Sembahyang, Rebutan adalah tradisi basar Masyarakat tionghoa di Indonesia, berakar dari Festival Hantu, lapar Zhong Yuan Jie, waktu tanggal (15) Bulan ke-7 penanggalan Imlek sekitar Agustus, September, kepercayaan Bulan ke-7 gerbang alam baka Terbuka,

Roh-roh leluhur dan arwah, Menenakan arwah yang tak berkeluarga serta Berbagi rezeki, sembahyang dan persembahan, di Kelenteng/rumah disiapkan Makanan buat kue dupa lilin kertas sembahyang, untuk arwah Doa, Bersama memohon keselamatan, ketenangan bagi semua arwah puncak rebutan, sesaji-setelah Ritual selesai persembahan”, Ujarnya,

Direbut warga sebagai simbol Berkah dan, berbagi selamat Melaksanakan, ibadah sembahyang chit ngiat pan, pada Malam hari ini, lapangan ini di penuhi Masyarakat dari berbagai penjuru, tadi kita sudah Mendengar arahan dari dinas, memadam ke Bakaran, agar nanti pada saat pembakaran, Thaiseja, agar Memperhatikan, kaidah-kaidah Keselamatan,

Dan juga kami mengucapkan selamat kepada panitia Basket, yang berhasil Melaksanakan pertandingan Basket U-12. kita malam ini happy, Berbahagia dan mari kita ber Doa, mudah-mudahan ibadah malam ini, sembayang Chit Ngiat Pan, Semoga tetap sehat, Menjauhkan kita dari penyakit, menjauhkan dari musibah dan mendatangkan Rejeki, pada kesempatan pada malam hari ini, untuk tahun 2026,

Desa merawang Kabupaten Bangka, yang ke empat sering terjadinya kebakaran, kebakaran di daerah hutan, maka kami menghimbau agar, ibu Bapak agar tidak membakar, walaupun itu hanya sampah, jangan karena kita mau membersihkan kebun kita, jadi, Membakar kebun orang, dan, sekarang sudah ada peraturan di, larang membakar hutan, Pungkanya (Imron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *